Pengertian Pasar Modal

Posted: Juni 28, 2012 in Ekonomi
Tag:, , , , ,

Secara sederhana, pasar bisa diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli, demikian juga halnya dengan pasar modal. Sebagaimana pasar pada umumnya, pasar modal adalah suatu tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli, yang membedakannya dengan pasar lainnya adalah objek yang diperjualbelikan. Kalau pada pasar lainnya yang diperdagangkan adalah sesuatu yang sifatnya konkret seperti kebutuhan sehari-hari, maka yang diperjualbelikan di pasar modal adalah modal atau dana dalam bentuk efek (surat berharga).[1]

Pasar Modal adalah tempat perusahaan mencari dana segar untuk mengingkatkan kegiatan bisnis sehingga dapat mencetak lebih banyak keuntungan. Dana segar yang ada di pasar modal berasal dari masyarakat yang disebut juga sebagai investor. Para investor melakukan berbagai tehnik analisis dalam menentukan investasi di mana semakin tinggi kemungkinan suatu perusahaan menghasilkan laba dan semakin kecil resiko yang dihadapi maka semakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

Pasar Modal merupakan bagian dari pasar keuangan (financial market). Kegiatan di pasar keuangan meliputi: Pasar uang (money market), pasar modal (capital market), lembaga pembiayaan lainnya seperti Sewa beli (leasing), anjak piutang (factoring), modal ventura (venture capital), kartu kredit.[2]

Pasar Modal/Capital Market/Stock Exchange/Stock Market dalam pengertian klasik diartikan sebagai suatu bidang usaha perdagangan surat-surat berharga seperti saham, sertifikat saham dan obligasi serta efek-efek pada umumnya.[3] Sementara itu menurut Kamus hukum Ekonomi diartikan sebagai pasar atau tempat bertemunya penjual dan pembeli yang memperdagangkan surat-surat berharga jangka panjang, misalnya saham dan obligasi.[4] Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan atau merupakan aktivitas yang memperjualbelikan surat-surat berharga.

Menurut John Downes, Pasar Modal adalah markets where capital funds-debt and equity-are traded. Included are private placement sources of debt and equity aswell as organized markets and exchanges.[5]

U Tun Wai dan Hugh T. Patrick mengklasifikasikan pengertian pasar modal dari beragam pendapat tentang pengertian pasar modal menjadi tiga pengertian. Pertama, Pasar Modal adalah kebutuhan sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuangan serta surat-surat berharga jangka panjang dan jangka pendek, primer dan tidak langsung.

Kedua, Pasar Modal adalah semua pasar yang terorganisasi dan lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya berjangka lebih dari satu tahun) termasuk saham, obligasi pinjaman berjangka, hipotek dan tabungan, serta deposito berjangka.

Ketiga, Pasar Modal adalah pasar terorganisasi yang memperdagangkan saham ddan obligasi dengan memakai jasa makelar, komisioner dan underwriter.[6]

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pasar Modal pada Pasal 1 angka 13 memberikan defenisi yang lebih kompleks,[7] bahwa Pasar Modal adalah “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”. Undang-undang Pasar Modal juga membedakan pengertian Pasar Modal dan Bursa Efek. Pasal 1 angka 4 Undang-undang Pasar Modal menyebutkan bahwa Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli efek, pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

Pengertian di atas memberikan gambaran yang tegas bahwa pasar modal adalah tempat bertemunya pemilik dana (supplier of fund ) dengan pengguna dana (user of fund) untuk tujuan investasi jangka panjang. Dengan melakukan investasi tersebut pemilik dana dengan efek yang dibelinya berharap mendapatkan imbalan. Sedangkan bagi pengguna dana, tersedianya dana dari pihak luar memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya tanpa harus menunggu dana dari hasil produksi perusahaan. Dari proses ini diharapkan akan ada peningkatan produksi barang dan/atau jasa, sehingga, pada akhirnya secara keseluruhan akan berdampak pada peningkatan kemakmuran.[8]


[1] Tavinayati dan Yulia Qamariyanti, Hukum Pasar Modal Di Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), h. 1.

[2] M. Irsan Nasaruddin, dkk, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia (Jakarta: Kencana, 2008), h. 13.

[3] Najib A. Gisymar, Insider Trading dalam Transaksi Efek (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999), h. 10.

[4] A, F. Elly Erawaty dan J.S Badudu, Kamus Hukum Ekonomi (Jakarta: Proyek ELIPS, 1996), h.14.

[5] Jusuf Anwar, Seri Pasar Modal 1: Pasar Modal sebagai Sarana Pembiayaan dan Investasi (Bandung: Alumni, 2005), h. 71.

[6] Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), h. 7-8.

[7] Undang –undang Pasar Modal menegaskan bahwa pasar modal tidak hanya tempat melakukan penawaran umum atau perdagangan efek, tetapi semua lembaga dan profesi yang terkait dengan efek juga merupakan bagian dari pasar modal. Pengertian ini lebih luas dari defenisi-defenisi yang sebelumnya dikemukakan.

[8] M. Irsan Nasaruddin, dkk, Op.Cit. h. 14.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s